Defisit APBN 2026 Melebar, Stabilitas Fiskal Dipertanyakan
| Defisit APBN 2026 Melebar, Stabilitas Fiskal Dipertanyakan Parlemen menyetujui rancangan APBN 2026 dengan defisit lebih tinggi dari perkiraan awal. Pemerintah beralasan, kebijakan ini diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat program bantuan sosial, dan membiayai proyek infrastruktur strategis. Namun, langkah tersebut menuai perhatian pasar. Investor khawatir lonjakan defisit dapat meningkatkan beban utang dan menekan stabilitas fiskal jangka panjang. IHSG dan rupiah pun bergerak tipis, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi. Sejumlah ekonom menilai, tantangan terbesar pemerintah bukan hanya mengendalikan defisit, tetapi juga memastikan efisiensi belanja, optimalisasi penerimaan pajak, serta strategi menarik investasi. Tanpa pengelolaan yang hati-hati, risiko inflasi dan tekanan terhadap suku bunga bisa meningkat. Ke depan, kredibilitas fiskal pemerintah akan sangat menentukan kepercayaan pasar. Dengan tekanan global yang masih dominan, APBN 2026 menjadi ujian penting keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. |