Manchester City Siapkan Strategi Baru Tanpa Haaland di Line-Up Starter
| Manchester City Siapkan Strategi Baru Tanpa Haaland di Line-Up Starter |
Manchester City kini menunjukkan tanda-tanda perubahan taktik ketika Pep Guardiola memilih untuk meninggalkan star striker Erling Haaland dari starting lineup dalam beberapa pertandingan penting musim ini. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi manajerial untuk menghadapi jadwal padat dan tantangan performa tim.
Guardiola memutuskan Erling Haaland tidak bermain sejak menit awal saat menghadapi Wolverhampton Wanderers di Liga Premier. Manajer menyatakan bahwa striker asal Norwegia tersebut terlihat “lelah” setelah performa intens di musim ini, sehingga dipilih untuk duduk di bangku cadangan.
Langkah ini mencerminkan sebuah perubahan pendekatan, di mana Guardiola lebih mengutamakan manajemen beban pemain untuk menjaga kebugaran skuat menjelang periode pertandingan yang krusial di liga dan kompetisi Eropa.
Tanpa Haaland sebagai starter, City tampil efektif dan justru meraih kemenangan 2-0 atas Wolves, dengan gol dari Omar Marmoush dan Antoine Semenyo, dua pemain yang tampil sebagai opsi ofensif ketika lini depan diputar. Hal ini menunjukkan kemampuan tim untuk tetap produktif tanpa ketergantungan penuh pada satu pemain.
Beberapa analis taktik menunjuk bahwa absennya Haaland memberi peluang bagi pemain lain untuk tampil lebih bebas dalam sistem Guardiola, dengan penekanan pada pergerakan serangan yang lebih fluid dan ruang bagi winger untuk masuk ke area penyerang.
Ada beberapa faktor mengapa strategi tanpa Haaland mulai muncul:
-
Manajemen kebugaran di tengah jadwal padat Liga Premier dan Liga Champions.
-
Penurunan gol kontrak Haaland baru-baru ini yang membuat Guardiola ingin memberi kesempatan pengganti.
-
Keinginan untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada satu pemain dalam skema serangan City, di tengah pandangan bahwa tim perlu kontribusi gol yang lebih merata dari seluruh lini
Walaupun tak dimainkan sejak awal, Haaland tetap masuk sebagai substitute dan tetap menjadi bagian penting dari skuad, menunjukkan bahwa perubahan ini lebih bersifat rotasi strategis daripada perombakan total.
City masih berusaha menjaga posisi kompetitif di liga dan kompetisi kontinental, dan langkah Guardiola ini disebut sebagai cara untuk menjaga performa tim secara optimal sambil menjaga bintang utamanya tetap segar di momen-momen penting.
Manchester City tidak sepenuhnya beralih dari Haaland, tetapi Guardiola mengadaptasi strategi dan rotasi untuk memaksimalkan kebugaran serta efektivitas tim secara keseluruhan. Ini termasuk peluang bagi pemain lain untuk berkontribusi besar saat Haaland tidak menjadi starter—sebuah pendekatan taktis penting dalam jadwal padat musim ini.